Telur Pidan
Kutuang sedikit kata untukmu, telur..
Mengenang masa2 penantianmu..
100 hari telah kau lewati..
Kegelapan..Tak seorangpun setia mendampingimu..
Kekeringan..
Kesepian..
Kesesakan..
Kau lewati seorang diri..
Kau, terlupakan..
Dengan susah payah kau bertahan..
Menanti pribadi yg mengerti akan dirimu..
Telur, oh, telur..
Sungguh malang nasibmu !
Semua upayamu sia2..
Kau gagal, kau hilang, kau remuk !
Kau hanya berharap, dan menanti..
Akankah dirimu masih tersisa..?Hanya secercah saja..
Akankah ada senyum untukmu..?
Akankah kau buahkan kebahagiaan..?
Dan tak pasti..
Dalam rebusan..
Maafkan aku, telur..
Tak ada lagi yg dapat kuperbuat..
No comments:
Post a Comment